{"id":1865,"date":"2021-05-05T15:55:56","date_gmt":"2021-05-05T08:55:56","guid":{"rendered":"https:\/\/sulur.co.id\/?p=1865"},"modified":"2021-05-05T15:55:56","modified_gmt":"2021-05-05T08:55:56","slug":"kultur-perayaan-kematian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/","title":{"rendered":"Kultur Perayaan Kematian"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Resensi atas buku <em>Martabat Kematian<\/em> karya Muna Masyari)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DUNIA GAIB seperti kematian menjadi parameter bagi kita untuk mengukur antara logika dan keyakinan. Hal ini menuntut kita untuk menganggapnya ada sebagaiamana dituliskan oleh Muna Masyari dalam kumpulan cerpen ini. Pandangan masyarakat lokal di seluruh nusantara memiliki perspektif yang beragam dalam memandang hal-hal gaib. Termasuk cara Muna dalam memetaforkan kematian sebagai jalan penuh khidmat, meskipun secara logis Muna tak menelaah lebih dalam tentang hakikat kematian, kecuali hanya demi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, memang benar apa yang diungkapkan oleh\nLudwig Josef Johann Wittgenstein bahwa ada tiga hal yang tak bisa dijangkau\noleh nalar (logika) manusia: subjek, kematian, dan Tuhan. Meskipun demikian,\nMuna berarti mencoba untuk meraba atau menerabas kematian yang abstrak. Dia\nberusaha menghadirkan sebuah kematian sebagai tolok ukur kemanusiaan. Memang\nsangat bertolak belakang dengan pemikiran Wittgenstein, antara maut dan\nkemanusiaan: maut tak akan memandang kemanusiaan, tetapi sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar normatif yang digunakan oleh Muna\nuntuk memandang kematian dalam konteks lokalitas di Madura, dia menggunakan\nsudut pandang martabat sebagai pisau bedahnya (hlm. 2). Hal ini juga berbau\nnormatif-relijius. Dalam doktrin agama (Islam), ada beberapa hal yang patut\ndipertahankan meski mati menjadi taruhannya: agama, jiwa, akal, keturunan, dan\nharta. Menjaga harta dalam konotasinya juga sangat penting, khususnya bagi lingkungan\nmasyarakat Madura dan tak menafikan bagi masyarakat lokal di seluruh pelosok\nnusantara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalkan, kebiasaan carok yang menjadi pandangan\nstereotip bagi masyarakat Madura telah tertancap kuat, meski oleh sebagian\nkalangan berusaha dinetralisir. Keluarga: anak dan istri merupakan harta yang\njuga wajib dipertahankan sebagaimana doktrin dalam agama Islam. Bahkan, harga\ndiri pun menjadi hal urgen untuk dipertahankan oleh masyarakat Madura, sehingga\ndemi memertahankan hal itu, carok pun dilakukan sebagai ekspresi pertahanan dan\nketegasan masyarakat Madura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kematian dan Ketentuan Tuhan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memaknai kematian memiliki cara tersendiri\ndalam setiap masyarakat di seluruh pelosok negeri. Karya ini merupakan salah satu\ncara yang dilakukan oleh Muna untuk berekstase menghadapi lingkungan sosialnya\nyang penuh dengan kekentalan sebuah kultur. Kemungkinan besar, masyarakat di\nseluruh negeri menjumpai kekentalan sebuah kultur lokalnya yang tak jauh\nberbeda dengan kultur yang dihadapi Muna. Tetapi itu sulit untuk dihadirkan\ndengan mudah melalui karya tulis sebagai bentuk introspeksi diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara tidak langsung, Muna sebenarnya\nmenggugat filsuf sekelas Wittgenstein dengan pernyataannya bahwa tiga hal yang tak\ndapat dijangkau oleh rasio manusia: subjek, kematian, dan Tuhan. Dalam karya\nini, Muna mempertegas bahwa bukan hanya hal itu yang tak dapat dijangkau oleh\nrasio manusia. Tetapi, jodoh (ketentuan Tuhan) juga sama halnya dengan subjek,\nkematian, dan Tuhan sebagaimana dikatakan oleh Wittgenstein (hlm. 20).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketentuan Tuhan memiliki makna yang lebih\nuniversal. Universalitasnya bisa mengacu pada kematian dan jodoh, yang biasa\nkita sebut sebagai takdir. Gagasan Wittgenstein tentang kematian sebagai kajian\nfilsafat yang tak bisa dijangkau oleh rasio kiranya sangat tidak tepat.\nUniversalitas maknanya masih kurang memadai. Di sinilah, dari sudut pandang\nfilsafat, Muna secara tidak langsung telah membantah Wittgenstein dalam\nmemandang kematian sebagai bagian dari takdir: ketentuan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lain halnya lagi ketika dalam tradisi lokal\nyang dihadapi oleh Muna bahwa kematian bisa dirayakan dengan begitu megah dan\nmewah dalam konteks masyarakat pedalaman di Madura. Berbeda dengan masyarakat\nurban yang hidup di perkotaan yang memaknai kematian sangat sederhana. Dalam cerpennya,\nPesta Kematian (hlm. 107), dengan tegas Muna mengisahkan tentang kesakralan\nsebuah kematian agar dirayakan untuk menenangkan ruh orang yang sudah meninggal\ndunia. Bahkan, sebelum seseorang meninggal, dia telah menyiapkan pesta untuk menyambut\nkematiannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam karya ini, Muna ingin menghadirkan nilai kemanusiaan sebuah tradisi atau budaya dalam lokalitas masyarakatnya sebagai cermin kemanusiaan untuk memaknai segala tradisi yang tentunya tak hanya ada di Madura. Kamuflase yang dilakukan Muna dalam melihat segala tradisi atau budaya masyarakatnya cukup baik dengan menyuguhkan intensitas bahasa yang begitu ritmik, meskipun sebagian kisahnya tergolong <em>absurd<\/em> di dalamnya. Namun, hal itu ternetralisir oleh paduan kisah yang berkesinambungan pada satu bagian dalam setiap judulnya. Begitu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah dimuat di Koran <em>Duta Masyarakat<\/em>, 28 September 2019 <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Resensi atas buku Martabat Kematian karya Muna Masyari) DUNIA GAIB seperti kematian menjadi parameter bagi kita untuk mengukur antara logika dan keyakinan. Hal ini menuntut kita untuk menganggapnya ada sebagaiamana dituliskan oleh Muna Masyari dalam kumpulan cerpen ini. Pandangan masyarakat lokal di seluruh nusantara memiliki perspektif yang beragam dalam memandang hal-hal gaib. Termasuk cara Muna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-resensi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kultur Perayaan Kematian - Toko Buku Sulur Kultur Perayaan Kematian<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tradisi budaya dalam menyikapi kematian setiap daerah berbeda-beda. Termasuk di kalangan masyarakat Madura. Hal ini dipotret dari cerpen Martabat Kematian\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kultur Perayaan Kematian - Toko Buku Sulur Kultur Perayaan Kematian\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tradisi budaya dalam menyikapi kematian setiap daerah berbeda-beda. Termasuk di kalangan masyarakat Madura. Hal ini dipotret dari cerpen Martabat Kematian\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Toko Buku Sulur\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/facebook.com\/amrinz\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-05T08:55:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2020\/01\/kultur-kematian.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"549\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"416\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Twice Fans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@https:\/\/twitter.com\/amrinz\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Twice Fans\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Twice Fans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6e8391dcae4798d533e1899589664b10\"},\"headline\":\"Kultur Perayaan Kematian\",\"datePublished\":\"2021-05-05T08:55:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/\"},\"wordCount\":626,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/44\\\/2020\\\/01\\\/kultur-kematian.jpeg\",\"articleSection\":[\"Resensi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/\",\"name\":\"Kultur Perayaan Kematian - Toko Buku Sulur Kultur Perayaan Kematian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/44\\\/2020\\\/01\\\/kultur-kematian.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-05-05T08:55:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6e8391dcae4798d533e1899589664b10\"},\"description\":\"Tradisi budaya dalam menyikapi kematian setiap daerah berbeda-beda. Termasuk di kalangan masyarakat Madura. Hal ini dipotret dari cerpen Martabat Kematian\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/44\\\/2020\\\/01\\\/kultur-kematian.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/44\\\/2020\\\/01\\\/kultur-kematian.jpeg\",\"width\":549,\"height\":416},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/2021\\\/05\\\/05\\\/kultur-perayaan-kematian\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kultur Perayaan Kematian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/\",\"name\":\"Toko Buku Sulur\",\"description\":\"Hanya Lombok Media situs lain\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6e8391dcae4798d533e1899589664b10\",\"name\":\"Twice Fans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/abed8a8a5e0510264ad42ec12b92b7dffca7d9cc3ec14dddfae414d9822df4b7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/abed8a8a5e0510264ad42ec12b92b7dffca7d9cc3ec14dddfae414d9822df4b7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/abed8a8a5e0510264ad42ec12b92b7dffca7d9cc3ec14dddfae414d9822df4b7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Twice Fans\"},\"description\":\"Aku seorang kapiten, mempunyai pedang panjang, kalau berjalan, prok prok prok! Gambar disamping di upload di profile. Bisa juga pakai gravatar.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/lombokmedia.web.id\",\"https:\\\/\\\/facebook.com\\\/amrinz\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/amrinz\",\"https:\\\/\\\/linkedin.com\\\/amrinz\",\"https:\\\/\\\/pinterest.com\\\/amrinz\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/https:\\\/\\\/twitter.com\\\/amrinz\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\\\/tokobuku\\\/author\\\/amrinz\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kultur Perayaan Kematian - Toko Buku Sulur Kultur Perayaan Kematian","description":"Tradisi budaya dalam menyikapi kematian setiap daerah berbeda-beda. Termasuk di kalangan masyarakat Madura. Hal ini dipotret dari cerpen Martabat Kematian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kultur Perayaan Kematian - Toko Buku Sulur Kultur Perayaan Kematian","og_description":"Tradisi budaya dalam menyikapi kematian setiap daerah berbeda-beda. Termasuk di kalangan masyarakat Madura. Hal ini dipotret dari cerpen Martabat Kematian","og_url":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/","og_site_name":"Toko Buku Sulur","article_author":"https:\/\/facebook.com\/amrinz","article_published_time":"2021-05-05T08:55:56+00:00","og_image":[{"width":549,"height":416,"url":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2020\/01\/kultur-kematian.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Twice Fans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@https:\/\/twitter.com\/amrinz","twitter_misc":{"Written by":"Twice Fans","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/"},"author":{"name":"Twice Fans","@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/#\/schema\/person\/6e8391dcae4798d533e1899589664b10"},"headline":"Kultur Perayaan Kematian","datePublished":"2021-05-05T08:55:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/"},"wordCount":626,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2020\/01\/kultur-kematian.jpeg","articleSection":["Resensi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/","url":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/","name":"Kultur Perayaan Kematian - Toko Buku Sulur Kultur Perayaan Kematian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2020\/01\/kultur-kematian.jpeg","datePublished":"2021-05-05T08:55:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/#\/schema\/person\/6e8391dcae4798d533e1899589664b10"},"description":"Tradisi budaya dalam menyikapi kematian setiap daerah berbeda-beda. Termasuk di kalangan masyarakat Madura. Hal ini dipotret dari cerpen Martabat Kematian","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/#primaryimage","url":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2020\/01\/kultur-kematian.jpeg","contentUrl":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2020\/01\/kultur-kematian.jpeg","width":549,"height":416},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/2021\/05\/05\/kultur-perayaan-kematian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kultur Perayaan Kematian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/#website","url":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/","name":"Toko Buku Sulur","description":"Hanya Lombok Media situs lain","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/#\/schema\/person\/6e8391dcae4798d533e1899589664b10","name":"Twice Fans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/abed8a8a5e0510264ad42ec12b92b7dffca7d9cc3ec14dddfae414d9822df4b7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/abed8a8a5e0510264ad42ec12b92b7dffca7d9cc3ec14dddfae414d9822df4b7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/abed8a8a5e0510264ad42ec12b92b7dffca7d9cc3ec14dddfae414d9822df4b7?s=96&d=mm&r=g","caption":"Twice Fans"},"description":"Aku seorang kapiten, mempunyai pedang panjang, kalau berjalan, prok prok prok! Gambar disamping di upload di profile. Bisa juga pakai gravatar.","sameAs":["https:\/\/lombokmedia.web.id","https:\/\/facebook.com\/amrinz","https:\/\/instagram.com\/amrinz","https:\/\/linkedin.com\/amrinz","https:\/\/pinterest.com\/amrinz","https:\/\/x.com\/https:\/\/twitter.com\/amrinz"],"url":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/author\/amrinz\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1865"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1865\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jasapembuatanwebsitewordpress.lombok.my.id\/tokobuku\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}